Indonesia Legislative Election Result 2009

Below are the top ten result from the competiting party :

  1. Demokrat Party, 21.703.137 votes (20,85 percent)
  2. Golkar, 15.037.757 (14,45 percent)
  3. PDIP, 14.600.091 (14,03 percent)
  4. PKS, 8.206.955 (7,88 percent)
  5. PAN, 6.254.580 (6,01 percent)
  6. PPP, 5.533.214 (5,32 percent)
  7. PKB, 5.146.122 (4,94 percent)
  8. Gerindra, 4,646.406 (4,46 percent)
  9. Hanura, 3.922.870 (3,77 percent)
  10. PBB, 1.864.752 (1,79 percent)



Buatan sendiri

Jumlah dan Persentase Kursi DPR - RI




Democratic Party (Partai Demokrat) 21,703,137 20.85 148
Golkar Party (Partai Golongan Karya) 15,037,757 14.45 108
Indonesian Democratic Party-Struggle (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) 14,600,091 14.03 93
Prosperous Justice Party (Partai Keadilan Sejahtera) 8,206,955 7.88 59
National Mandate Party (Partai Amanat Nasional) 6,254,580 6.01 42
United Development Party (Partai Persatuan Pembangunan) 5,533,214 5.32 39
National Awakening Party (Partai Kebangkitan Bangsa) 5,146,122 4.94 26
Great Indonesia Movement Party (Partai Gerakan Indonesia Raya, Gerindra) 4,646,406 4.46 30
People's Conscience Party (Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Hanura) 3,922,870 3.77 15
Crescent Star Party (Partai Bulan Bintang) 1,864,752 1.79 -
Prosperous Peace Party (Partai Damai Sejahtera) 1,541,592 1.48 -
Ulema National Awakening Party (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) 1,527,593 1.47 -
Concern for the Nation Functional Party (Partai Karya Peduli Bangsa) 1,461,182 1.40 -
Reform Star Party (Partai Bintang Reformasi) 1,264,333 1.21 -
National People's Concern Party (Partai Peduli Rakyat Nasional) 1,260,794 1.21 -
Indonesian Justice and Unity Party (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) 934,892 0.90 -
Democratic Renewal Party (Partai Demokrasi Pembaruan, PDP) 896,660 0.86 -
National Front Party (Partai Barisan Nasional, Barnas) 761,086 0.73 -
Indonesian Workers and Employers Party (Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia) 745,625 0.72 -
Democratic Nationhood Party (Partai Demokrasi Kebangsaan) 671,244 0.64 -
Archipelago Republic Party (Partai Republik Nusantara) 630,780 0.61 -
Regional Unity Party (Partai Persatuan Daerah) 550,581 0.53 -
Patriot Party (Partai Patriot) 547,351 0.53 -
Indonesian National Populist Fortress Party (Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia) 468,696 0.45 -
Sovereignty Party (Partai Kedaulatan) 437,121 0.42 -
National Sun Party(Partai Matahari Bangsa) 414,750 0.40 -
Indonesian Youth Party (Partai Pemuda Indonesia) 414,043 0.40 -
Functional Party of Struggle (Partai Karya Perjuangan) 351,440 0.34 -
Vanguard Party (Partai Pelopor) 342,914 0.33 -
Indonesian Democratic Party of Devotion (Partai Kasih Demokrasi Indonesia) 324,553 0.31 -
Prosperous Indonesia Party (Partai Indonesia Sejahtera) 320,665 0.31 -
Indonesian National Party Marhaenism (Partai Nasional Indonesia Marhaenisme) 316,752 0.30 -
Labor Party (Partai Buruh) 265,203 0.25 -
New Indonesia Party of Struggle (Partai Perjuangan Indonesia Baru) 197,371 0.19 -
Indonesian Nahdlatul Community Party (Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia) 142,841 0.14 -
Indonesian Unity Party (Partai Sarikat Indonesia) 140,551 0.14 -
Indonesian Democratic Vanguard Party (Partai Penegak Demokrasi Indonesia) 137,727 0.13 -
Freedom Party (Partai Merdeka) 111,623 0.11 -

Baca Lanjutannya »

Merokok, merugikan negara ?

Memang pemasukannya segitu tetapi pengeluaran negara dan masyarakat karena rokok sebesar 5-7 kalinya," kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeluk mengutip hasil studi Bapenas seusai Talkshow Klinik di Kedai Tempo Jakarta (2/6).

Rokok rokok dan rokok. Bahayanya sudah jelas, kerugiannya sudah jelas. Dan diforum DF aku ya kok heran masih ada aja yang membela rokok dari segi kerugian negara.

Negara Rugi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. karena kehilangan ribuan lapangan kerja dan pemasukan dari cukai tembakau. dan mengingat di negeri tercinta Indonesia ini biaya kesehatan tidak ditanggung negara, nggak masalah kalo rakyatnya sakit semua, toh negara nggak ngeluarin duit buat ngobatin mereka...

Negara ini rugi secara tidak langsung

Yang rugi scr langsung adalah keluarga Indonesia,

Merekalah mengeluarkan biaya kesehatan dan waktu untuk salah satu anggota keluarga yang sakit (dan bisa jadi diusia produktfi) yang mana uang+waktu seharusnya bisa untuk pendidikan, untuk menabung, untuk wirausaha dsb dsb dan segala spending yang bisa meningkatkan produktivitas individu yg ada di keluarga tersebut.

Pendidikan = SDM negara
Tabungan = Modal Negara
Wirausaha = Pengurangan pengangguran Negara

Sudah tahu kan apakah negara ikut rugi atau tidak ? Negara jelas kehilangan potensi dari modal dari SDM akibat merokok.

Oh ya tentu makan jeroan dkk bisa bikin sakit, tapi ya kita mulai saja dari hal yang sudah banyak penelitian dan urgensinya. Jika assosiasi yang berkutat di bidang ini mengatakan pengeluaran masyarakat 5-7x dari pemasukan masyarakat dari rokok, ini jelas tidak bisa disetarakan dengan makan jeroan dkk.

Mengurangi jumlah penduduk ?

Jika terkena kanker paru2, besoknya sudah tewas, bisa jadi jumlah penduduk berkurang signifikan, dan tidak usah repot2 ngeluarin biaya berobat, biaya operasi untuk sekian tahun.

Cuman kalau bapak kita yang kena, ndak mungkin kan kita biarin mati hanya karena alasan penghematan dan pengurangan penduduk ?

Baca Lanjutannya »

Hamas Dari Perspektif Netral Barat


Artikel (dari Times Magazine) ini ditulis oleh William Sieghart, dia berkunjung ke kota Gaza untuk mengalami sendiri bagaimana kondisi Palestina, dan bagaimana implikasi Hamas terhadap Palestina. Penerjemah :saya sendiri

url Asli : http://www.timesonline.co.uk/tol/comment/columnists/guest_contributors/article5420584.ece?Submitted=true

--------------------------------------------------------------------------------------
Minggu lalu aku berada di Gaza. Ketika disana aku bertemu dengan 20 orang atau lebih perwira polisi yang sedang mengikuti kursus manajemen konlik. Mereka sangat ingin tahu apakah orang asing merasa lebih aman sejak Hamas mengambil alih pemerintahan? Kami katakan ya kepada mereka. Tanpa rasa ragu, sepanjang 18 bulan ini (Gaza) telah mengalami ketenangan dijalan-jalannya; tidak ada kelompok bersenjata di jalanan, tidak ada lagi penculikan. Para perwira ini kemudian tersenyum bangga dan melambaikan selamat tinggal.



Kurang dari seminggu, perwira-perwira ini tewas, terbunuh oleh roket Israel pada sebuah acara kelulusan. Apakah mereka ini adalah “milisi Hamas yang berbahaya”? Bukan, mereka adalah perwira polisi tidak bersenjata, pelayan public yang tidak terbunuh di sebuah “kamp pelatihan militant” tapi di kantor polisi di tengah Gaza yang telah digunakan oleh Inggris, Israel, dan Fatah selama masa kekuasaan mereka disana.

Hal ini sangat penting karena sementara terjadi kejadian mengerikan di Gaza dan Israel bermain dan muncul di layar televisi kita, sebuah perang kata sedang terjadi dan menghalangi pengertian kita mengenai realita dilapangan

Siapa atau apa itu Hamas, sebuah gerakan yang Ehud Barak(Menhan Israel) ingin hancurkan seperti sebuah virus? Kenapa Hamas memenangi pemilu Palestina dan kenapa Hamas membolehkan roket untuk diluncurkan ke Israel? Cerita Hamas sepanjang 3 tahun terakhir membuka bagaimana kesalahpahaman pemerintah Israel, Amerika dan Inggris atas gerakan Islamist ini telah membawa kita kepada situasi brutal dan darurat yang saat ini terjadi.

Cerita ini bermula 3 tahun yang lalu ketika "Perubahan & Reformasi"( partai politik dari Hamas ), secara tidak terduga memenangi pemilu bebas dan adil pertama di dunia Arab, dengan program mengakhiri korupsi kronis yg terjadi dan memperbaiki pelayanan publik yang hampir tidak ada di Gaza dan Tepi Barat. Melawan berbagai oposisi partai religius ini mempesona komunitas Palestina yang sebagian besar sekuler untuk memenangi pemilu dengan 42 % dari total suara.

Penduduk Palestina tidak memilih Hamas karena dia mendedikasikan dirinya kepada kehancuran Negara Israel atau karena dia bertanggung jawab atas berbagai bom bunuh diri yang membunuh penduduk Israel. Mereka memilih Hamas karena mereka berpikir bahwa Fatah, partai dari pemerintahan berkuasa saat itu, telah mengecewakan mereka. Sekalipun telah menarik kekerasan dan
mengakui berdirinya Negara Israel, Fatah tidak mencapai sebuah Negara Palestina. Hal ini sangat penting untuk diketahui agar mengerti bagaimana posisi "menolak" Hamas. Hamas tidak akan mengakui Israel atau menarik haknya untuk melawan sampai dia yakin bahwa dunia berkomitmen kepada sebuah solusi adil pada isu Palestina


Selama 5 tahun terakhir saya telah mengunjungi Gaza dan Tepi Barat, saya telah bertemu ratusan politisi Hamas dan pendukungnya. Tidak ada satupun dari mereka yang menginginkan mengislamisasi masyarakat Palestina dengan model Taliban. Hamas sangat mengandalkan para pemilih sekuler untuk melakukan hal tsb. Penduduk disana mendengar musik pop, nonton televisi, dan wanitanya bisa memilih mau memakai Hijab(Jilbab) atau tidak.

Kepimpinan politik dari Hamas bisa dikatakan yang paling berkualitas diseluruh dunia. Dengan 500 PhDs dalam organisasinya, mayoritas dari mereka adalah kalangan tengah - professional (Dokter, Dokter gigi, Ilmuwan dan Insinyur). Kebanyakan dari pimpinan Hamas merupakan lulusan universitas kita (Barat-red) dan tidak mempunyai ideologi yang menunjukkan kebencian terhadap dunia Barat. Hamas adalah sebuah grievance-based movement, mendedikasikan kepada ketidakadilan yang terjadi pada rakyatnya. Hamas secara konsisten telah menawarkan sebuah gencatan senjata selama 10 tahun, untuk memberikan ruang bernapas pada untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun.

Reaksi dari pemerintahan Bush-Blair terhadap kemenangan Hamas pada tahun 2006 adalah kunci terhadap horror hari ini. Bukannya menerima pemerintahan demokratis yg terpilih, mereka mendanai sebuah cara untuk menjatuhkan pemerintahan tersebut melalui kekerasan; pelatihan dan mempersenjatai milisi fatah untuk mengusir Hamas secara militer, dam mengimplementasikan sebuah pemerintahan baru yang bukan hasil demokrasi pada penduduk Palestina. Lebih lanjut, 45 angota Parlemen Hamas masih dipenjara di penjara - penjara Israel.

6 Bulan lalu pemerintahan Israel setuju pada gencatan senjata dgn Hamas yang dimediasi Mesir. Sebagai imbal balik sebuah gencatan senjata, Israel setuju untuk membuka perbatasan, dan mengizinkan masuknya kebutuhan-kebutuhan vital masuk dan keluar dari Gaza. Serangan roket berakhir tapi perbatasan tidak pernah dibuka sepenuhnya, dan penduduk Gaza mulai kelaparan. Embargo menghancurkan seperti ini jelas - jelas bukan sebuah imbalan bagi perdamaian. Ketika orang Barat bertanya apa yang ada dalam pikiran pemimpin Hamas ketika mereka memerintahkan atau membolehkan serangan roket ke Israel, mereka gagal untuk mengerti posisi Palestina.

2 Bulan lalu Israeli Defence Forces (Tentara Israel-Red) melanggar perjanjian gencatan senjata dengan memasuki Gaza dan memulai siklus pembunuhan lagi. Dalam cerita Palestina, setiap serangan roket adalah respon terhadap serangan Israel. Dalam cerita Israel, itu sebaliknya.

Tapi apakah artinya ketika Barak mengatakan tentang menghancurkan Hamas ? apakah itu berarti membunuh 42 % dari penduduk Palestina yang memilih Hamas ? apakah itu berarti kembali menguasai Jalur Gaza yang Israel pernah mundur dari situ secara menyakitkan 3 tahun yang lalu ? atau itu berarti secara permanen memisahkan Palestina Gaza dan Tepi Barat, secara geografis dan politis ? Dan yang masih mengagungkan mantera dari "Keamanan Israel", ancaman apa yang ada 3/4 juta pemuda yang tumbuh di Gaza dengan kebencian yang begitu kronis, akibat kelaparan dan bom, yang mereka miliki ?

Sering disebutkan bahwa konflik ini mustahil untuk dipecahkan. Faktanya, sangat mudah. Dari 1000 orang yang memimpin Israel - Politisi, jenderal dan staf keamanan - serta pemimpin Islamist Palestina tidak pernah bertemu. Perdamaian yang murni akan memerlukan 2 kelompok ini untuk bertemu dan duduk bersama tanpa persyaratan. Tapi event beberapa hari ini sepertinya menegaskan bahwa hal ini akan lebih susah terjadi. Ini adalah tantangan bagi pemerintahan baru di Washington dan sekutu Eropanya.

William Sieghart adalah ketua dari Forward Thinking, sebuah agensi conflict resolution independen
-------------------------------------------------------------------------------------------
Penduduk Gaza itu 1,5 juta dan ini yang terjadi pada sebuah acara Hamas

Baca Lanjutannya »

Sekolah Gratis Ada Dimana Mana

Nitip :

6 Tahun Yang Lalu

5 Tahun yang Lalu

4 Tahun Yang Lalu

3 Tahun Yang Lalu


2 Tahun Yang Lalu

1 Tahun Yang Lalu


Tahun ini




http://sekolahgratis.info/tentang-sekolah-gratis/

Kepada PKS dan PAN, Lanjutkan usaha kalian, lebih kritis lagi, lebih ngotot lagi perkara pendidikan Indonesia. Sampai University kalau perlu...

Baca Lanjutannya »

Gus Dur Tidur

Dulu, pertama kali aku ngeliat foto ini, aku kira ini contoh pengambilan foto yang jelek. Dalam pikiranku, oh ini Gus Dur lagi posisi "jelek" (benerin posisi duduk, kirain) kok diambil fotonya.


Namun, berawal dari baca ini :

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/17/11520747/behind.the.scene.tingkah.laku.para.presiden.indonesia..1



memiliki teknologi nuklir yang canggih untuk pembangkit tenaga. Kalau Anda berminat, kami bisa mengusahakannya untuk Anda),” Pemerintah Korea menawarkan bantuan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik Indonesia.

Saat itu, Gus Dur tidur pulas sekali. Selesai pernyataan itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris, PM Korea menoleh ke arah Gus Dur menunggu jawaban. Namun, tidak ada jawaban. Laksamana cepat-cepat membangunkan Gus Dur. “Gus... Gus... bangun! Gus... dia tanya apakah kita interested dengan power plant technology yang dia punya.”

Gus Dur karena baru terbangun dari tidurnya dan belum berkonsentrasi langsung nyeplos, “My Minister ask about your nuclear technology…! (Menteri saya bertanya tentang teknologi nuklir yang Anda miliki),”

Laksamana geli bercampur malu. Anggota rombongan pun tersipu-sipu, tidak berani melihat wajah PM Korea. “Kita semua malu. Merah muka kita di hadapan Perdana Menteri Korea,” tutur Laksamana.
Dan akhirnya searching di Internet :


Seorang ajudan presiden memberikan permen kepada presiden Abdurrahman Wahid untuk menjaga supaya tidak tertidur pada saat pembacaan tanggapan dari fraksi-fraksi terhadap laporan pertanggung jawaban tahunan ,pada sidang tahunan MPR di gedung DPR/MPR RI8 Agustus 2000. [Foto MUCHTAR ZAKARIA]


But even during this important political test, Wahid's leadership problems were apparent. Frail and nearly blind, he could not give the speech himself; a state minister read it for him. And while it was being read, Wahid fell fast asleep on the podium. One aide tried to nudge him awake; another offered him mints as a stimulant.
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tertidur pada acara debat terbuka internasional "mencari format pemerintahan alternatif pasca Mega - Hamzah" di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta, 25 Juni 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K9A/145/2002; 20020822].

Baca Lanjutannya »