Dulu, pertama kali aku ngeliat foto ini, aku kira ini contoh pengambilan foto yang jelek. Dalam pikiranku, oh ini Gus Dur lagi posisi "jelek" (benerin posisi duduk, kirain) kok diambil fotonya.
Namun, berawal dari baca ini :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/17/11520747/behind.the.scene.tingkah.laku.para.presiden.indonesia..1
Dan akhirnya searching di Internet :
memiliki teknologi nuklir yang canggih untuk pembangkit tenaga. Kalau Anda berminat, kami bisa mengusahakannya untuk Anda),” Pemerintah Korea menawarkan bantuan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik Indonesia.
Saat itu, Gus Dur tidur pulas sekali. Selesai pernyataan itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris, PM Korea menoleh ke arah Gus Dur menunggu jawaban. Namun, tidak ada jawaban. Laksamana cepat-cepat membangunkan Gus Dur. “Gus... Gus... bangun! Gus... dia tanya apakah kita interested dengan power plant technology yang dia punya.”
Gus Dur karena baru terbangun dari tidurnya dan belum berkonsentrasi langsung nyeplos, “My Minister ask about your nuclear technology…! (Menteri saya bertanya tentang teknologi nuklir yang Anda miliki),”
Laksamana geli bercampur malu. Anggota rombongan pun tersipu-sipu, tidak berani melihat wajah PM Korea. “Kita semua malu. Merah muka kita di hadapan Perdana Menteri Korea,” tutur Laksamana.

Seorang ajudan presiden memberikan permen kepada presiden Abdurrahman Wahid untuk menjaga supaya tidak tertidur pada saat pembacaan tanggapan dari fraksi-fraksi terhadap laporan pertanggung jawaban tahunan ,pada sidang tahunan MPR di gedung DPR/MPR RI8 Agustus 2000. [Foto MUCHTAR ZAKARIA]
But even during this important political test, Wahid's leadership problems were apparent. Frail and nearly blind, he could not give the speech himself; a state minister read it for him. And while it was being read, Wahid fell fast asleep on the podium. One aide tried to nudge him awake; another offered him mints as a stimulant.
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tertidur pada acara debat terbuka internasional "mencari format pemerintahan alternatif pasca Mega - Hamzah" di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta, 25 Juni 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K9A/145/2002; 20020822].
2 komentar:
Jangan Lagi2 deh Gus Dur jadiPresiden.
sungguh memalukan -_-
Post a Comment