Merokok, merugikan negara ?

Memang pemasukannya segitu tetapi pengeluaran negara dan masyarakat karena rokok sebesar 5-7 kalinya," kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeluk mengutip hasil studi Bapenas seusai Talkshow Klinik di Kedai Tempo Jakarta (2/6).

Rokok rokok dan rokok. Bahayanya sudah jelas, kerugiannya sudah jelas. Dan diforum DF aku ya kok heran masih ada aja yang membela rokok dari segi kerugian negara.

Negara Rugi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. karena kehilangan ribuan lapangan kerja dan pemasukan dari cukai tembakau. dan mengingat di negeri tercinta Indonesia ini biaya kesehatan tidak ditanggung negara, nggak masalah kalo rakyatnya sakit semua, toh negara nggak ngeluarin duit buat ngobatin mereka...

Negara ini rugi secara tidak langsung

Yang rugi scr langsung adalah keluarga Indonesia,

Merekalah mengeluarkan biaya kesehatan dan waktu untuk salah satu anggota keluarga yang sakit (dan bisa jadi diusia produktfi) yang mana uang+waktu seharusnya bisa untuk pendidikan, untuk menabung, untuk wirausaha dsb dsb dan segala spending yang bisa meningkatkan produktivitas individu yg ada di keluarga tersebut.

Pendidikan = SDM negara
Tabungan = Modal Negara
Wirausaha = Pengurangan pengangguran Negara

Sudah tahu kan apakah negara ikut rugi atau tidak ? Negara jelas kehilangan potensi dari modal dari SDM akibat merokok.

Oh ya tentu makan jeroan dkk bisa bikin sakit, tapi ya kita mulai saja dari hal yang sudah banyak penelitian dan urgensinya. Jika assosiasi yang berkutat di bidang ini mengatakan pengeluaran masyarakat 5-7x dari pemasukan masyarakat dari rokok, ini jelas tidak bisa disetarakan dengan makan jeroan dkk.

Mengurangi jumlah penduduk ?

Jika terkena kanker paru2, besoknya sudah tewas, bisa jadi jumlah penduduk berkurang signifikan, dan tidak usah repot2 ngeluarin biaya berobat, biaya operasi untuk sekian tahun.

Cuman kalau bapak kita yang kena, ndak mungkin kan kita biarin mati hanya karena alasan penghematan dan pengurangan penduduk ?

0 komentar: